Sebuah Resume Buku: “Belajar dengan Hati Nurani” (Akh. Muwafik Saleh: 2011)

IMG_8111

Bagian 1: Mindset Hadapi Ujian

Muqoddimah: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (di saat) mereka mengatakan ‘kami beriman’ dan mereka tidak diuji?”(Q.S Al-Ankabut:2). Demikianlah setiap hal yang kita yakini  akan diuji oleh Allah, tentang seberapa kuat kita menyakininya.

  1. Hidup adalah Ujian

Hidup adalah ujian. Gambaran singkat tentang kehidupan ini. Allah Swt telah menjadikan manusia dengan segala keajaiban penciptaan dan kemampuan yang sangat luar biasa sebagai modal dasar baginya untuk mengelola kehidupan. Semenjak awal penciptaan, 250 juta sperma secara bersamaan masuk ke rahim ibu, hanya satu yang terbaik yang mampu menjadi pemenang menjadi manusia. Inilah fitrah keberhasilan itu. Karenanya tidak ada alasan untuk berputus asa dalam menghadapi persoalan hidup, karena sejatinya kita telah diberi sebuah potensi dasar untuk menjalani setiap persoalan dan tampil sebagai yang mampu keluar dari setiap masalah dengan penuh keberhasilan.

Demikian pula saat awal penciptaan diri kita, masalah menjadi bagian penting dalam perjalanan awal kehidupan. Masalah menjadi fitrah kehidupan. Masalah membuat diri kita lebih kuat dan lebih teruji. Persoalan yang kita hadapi sesungguhnya adalah untuk membuat kita lebih bertahan dalam menjalani kehidupan. Ujian adalah sesi antara dua realitas, yaitu realitas masa lalu dan realitas masa depan. Ujian adalah  tangga hidup yang diharapkan. Ibarat seorang anak sekolah yang sebelumnya masih kelas satu, agar dia naik ke kelas dua maka dia harus mengikuti ujian kenaikan kelas. Jika si anak mampu melewati ujian dengan hasil terbaik, maka dia akan dinyatakan naik kelas dengan peringkat tertentu. Mereka yang berhasil tentulah mereka yang telah mempersiakan diri lebh matang sebelum menghadapi ujian dan bersikap yang terbaik saat ujian berlangsung. Untuk itu, sikap seseorang dalam menghadapi ujian menjadi tolok ukur berhasil tidaknya dia melewati masa-masa kritis kenaikan kelas tersebut.

  1. Sukses adalah Sebuah Pilihan

Kebanyakan diri kita menganggap bahwa sukses atau lulus ujian, merupakan takdi Allah yang ditetapkan. Demikian pula dengan kegagalan adalah takdir yang ditetapkan oleh Allah kepada seseorang. Secara prinsip, kita setuju dengan pendapat ini. Namun tentu saja kita tidak boleh berpikir hanya sampai di situ saja karena sebenarnya sukses dan gagal adalah sebuah pilihan, yaitu apakah kita mau memilih jalan sukses atau jalan gagal. Sukses dan gagal adalah pilihan masing-masing individu dan hal itu ditentukan oleh sikap kita masing-masing. Sukses adalah sebuah jalan yang dibuat oleh mereka yang berketetapan untuk sukses melalui sikap dan perilaku yang positif yang ditampilkan dalam menjalani kehidupan dan mewujudkan apa-apa yang diharapkan.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada  pada diri mereka sendiri.” (Q.S Ar Ra’du:11)

Berdasarkan firman Allah Swt ini, kita mengetahui bahwa hidup dengan segala konsekuansinya adalah sebuah pilihan individu. Kalimat ini memberi sebuah kesan bahwa Allah memberi potensi  yang luar biasa sebagai dasar manusia untuk menjadi sukses. Potensi itu Allah Swt letakkan pada diri manusia sejak lahir, baik berupa potensi fisik, potensi non-fisik, psikologis, emosional, dan spiritual. Sekarang persoalannya apakah kita lebih memilih jalan suskes atau gagal? Apakah kita bersedia mengoptimalkan potensi yang ada atau mendiamkannya sehingga menjadi “impotensi”? Sehingga kita memahami bahwa takdir adalah ujung dari sebuah usaha maksimal dan optimal. Oleh karena itu, maka bergeraklah terus jangan pernah berhenti, di saat Anda telah sampai di langkah yang ke 99, dan Anda merasa mulai jenuh serta memutuskan untuk berhenti, maka ingatlah, bisa jadi satu langkah ke depan adalah langkah sukses Anda.

  1. Rahasia Ketenangan Jiwa

Hidup adalah sebuah masalah, dunia ini memang menjadi medan ujian setiap insan. Tidak satu pun manusia yang hidup terbebas dari masalah, ujian, dan cobaan. Di antara mereka ada yang berhasil dalam menghadapi ujian namun tidak sedikit pula yang gagal. Kesuksesan dan kegagalan dalam menjalani setiap ujian memiliki derajat yang berbeda-beda. Semua ditentukan oleh kesiapan diri. Sebagian ada yang menjalani dengan penuh ketenangan jiwa, namun ada yang menjalaninya penuh kekhawatiran dan kegelisahan. Semua bermula dari cara pandangnya dalam menghadapi beragam ujian. Untuk itu, jalan utama dalam menghadapi ragam ujian yang ada adalah ketenangan jiwa, sehingga mampu melihat ujian sebagai berkah dan cara untuk meningkatkan potensi diri, bahkan ujian dianggap sebagai jalan ibadah.

Beberapa cara pandang berikut merupakan rahasia untuk membangun ketenangan jiwa kita dalam menghadapi ujian:

  1. Pahamilah bahwa setiap ujian memiliki kadarnya masing-masing, beban hidup telah sesuai kemampuan diri kita
  2. Fokus dan temukan hikmah di balik masalah
  3. Berprasangkalah yang baik pada Allah Swt
  4. Ketahuilah bahwa apapun realitas yang terjadi, itulah yang terbaik menurut Allah Swt
  5. Terimalah setiap persoalan dengan lapang dada.

 

  1. Mempersiapkan Keberhasilan dengan Kegagalan

Cara terbaik untuk mempersiapkan keberhasilan adalah dengan mempersiapkan kegagalan. Banyak di antara kita bahkan para orang tua yang semata hanya mempersiapkan keberhasilan kepada diri dan anaknya. Mereka semata dipersiapkan untuk menghadapi realitas yang sesuai dengan harapan, namun jarang untuk mempersiapkan realitas yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Akibatnya, banyak orang yang stres karena dia tidak siap dengan realitas yang berbeda. Untuk itu, pemahaman akan arti dan paradigm gagal harus kita pahami. Seperti apa yang dilakukan Thomas Alfa Edison penemu lampu pijar, dia melakukan 1000 kali percobaan untuk mendapatkan karya terbaiknya. Dari 1000 kali percobaan yang dilakukan, dia mengalami 999 kali gagal. Kalau kita menyebutnya sebagai kegagalan! Tetapi berbeda dengan Thomas Alfa Edison, dia menyebutnya sebuah keberhasilan mematikan lampu. Artinya paradigm Thomas Alfa Edison cenderung bermakna positif sebelum keberhasilannya itu. Sekiranya dia berparadigma negatif dalam memaknai sebuah kegagalan, maka suatu hal yang pasti dia akan berhenti di tengah jalan, mengutuk kegagalan, menyalahkan lingkungan, sehingga tidak menghasilkan karya apa-apa. Sebuah pepatah mengatakan “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”.

Iklan

Tugas individu ke-2

Alhamdulillah yang sudah mampir ke email saya minggu ini adalah yulianti, eulis, cahyadi, indah, diarti,siti mutiah, liska, hadi, eva, siti fahmia, dede kartika, andryani, azmi.

catatan: 

ada file yang error dan segera perbaiki yaitu liska, dede kartika, dan andryani.

Tugas individu ke-1

Minggu, 20 Maret 2016

Terima kasih email yang sudah masuk yaitu yulianti, dani ramdani, rani suniatni, iis sholihah, eva, cahyadi,dede kartika, imam al-fida, siti mutiah, siti nurholifah, lulu nur sadiyah, syifa, eulis, devi, ai nenti, lucki, indah, diarti, taufik, chindra dan liska.

Kelompok Presentasi MK Bahasa Indonesia

Pokok Bahasan

  1. Mengidentifikasi Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dan Kedudukan Bahasa Indonesia
  2. Menuliskan Ragam Bahasa dan Karakteristiknya
  3. Mengetahui Persentasi Ilmiah
  4. Menggunakan Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia
  5. Menulis kalimat efektif
  6. Menggunakan diksi atau pilihan kata
  7. Menganalisis penalaran
  8. Menyusun karya ilmiah
  9. Menggunakan Kutipan dan Daftar Pustaka
  10. Mengetahui Etika Karya Ilmiah
  11. Membuat Resensi dan Ringkasan

Pembagian Kelompok Presentasi:

Kelompok 1: Aceng Gumilar, Ade Miftahul Irfan, Ahmad Salman Al Farisi, Ai Nenti Puwanti dan Aneu Fitriyani

Kelompok 2: Azmi Rabaniah Syifa, Cahyadi, Cep Lucki Andalusi, Chindra Lestari, dan Dani Ramdani

Kelompok 3: Dede Kartika Tamam, Deni Andri Kurniawan, Deni Rahma Sopian, dan Devi Nella Kurnia

Kelompok 4: Diarti Alpianita, Didin Samsudin, Entang Warsa, dan Eulis Nurmayasari

Kelompok 5: Eva Nurussifa, Faisal Sayyid Abduloh, Firman Nurhadiansyah, dan Hadi Ahmad Bukhori

Kelompok 6: Iis Sholihah, Imam Al Fida Nurhasby, Indah Nurjiah, dan Indry Andryani

Kelompok 7: Irfan Nurul Janan K, Liska Dellya Hendrianti, Lulu Nursya’diyah, dan Malik Abdul Azis

Kelompok 8: Muhamad Septi Fauzul A, Muhammad Kafahulloh, Muchamad Syarif, dan Neng Maya Lutvi F

Kelompok 9: Nirmala Kusuma, Rani Nuraeni, Rani Suniarni, Rida Amalia, dan Satria Andika Al Rasyid

Kelompok 10: Siti Fahmia, Siti Mutiah, Siti Nurholifah, Siti Rahmawati, dan Suhesti Vismaia

Kelompok 11: Syifa Fauzia, Taufik Hidayat, Ucu Komalasari, Yulianti Nurzakiah, dan Yuliawati

SILABUS PERKULIAHAN MK BAHASA INDONESIA

STAI DARUL FALAH

 

Kode Mata Kuliah
Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Bobot SKS 2 SKS
Jurusan/Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Semester Genap
Dosen Ayu Puji Rahayu, M. Pd. / ayupujirahayu060702@yahoo.com

Blog:   ayupujirahayu.wordpress.com

Mata Kuliah Prasyarat
Standar Kompetensi Sejarah perkembangan bahasa Indoensia, Kedudukan Bahasa Indonesia, Ragam Bahasa dan Karakteristiknya, Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia, Kalimat Efektif, Diksi (Pilihan Kata), Persentasi Ilmiah dan Pidato, Penalaran, Jenis tulisan dan Kerangka Karangan, Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi dan Artikel/Jurnal Ilmiah), Kutipan, Catatan Kaki, Daftar Pustaka, Etika Karya Ilmiah, Resensi dan Ringkasan.
Kompetensi Dasar Mengetahui Kontrak Perkuliahan, Sejarah perkembangan dan kedudukan bahasa Indoensia; Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia, Kalimat Efektif, Diksi (Pilihan Kata), Persentasi Ilmiah dan Pidato, Penalaran, Jenis tulisan dan Kerangka Karangan dalam menulis karya ilmiah (Skripsi dan Artikel/Jurnal Ilmiah).
Indikator 1.     Memiliki kemampuan memahami kedudukan dan ragam bahasa Indonesia.

2.    Memiliki keterampilan dalam menulis dan berbicara menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

3.     Memiliki pemahaman tentang cara menulis karya ilmiah dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah bahasa Indonesia ini mengajarkan kepada mahasiswa tentang sejarah perkembangan bahasa Indoensia, Kedudukan Bahasa Indonesia, Ragam Bahasa dan Karakteristiknya, Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia, Kalimat Efektif, Diksi (Pilihan Kata), Presentasi Ilmiah dan Pidato, Penalaran, Jenis tulisan dan Kerangka Karangan, Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi dan Artikel/Jurnal Ilmiah), Kutipan, Catatan Kaki, Daftar Pustaka, Etika Karya Ilmiah, Resensi dan Ringkasan.
Materi Pokok Perkuliahan 1.    Pengenalan

2.     Pengantar; Orientasi Umum Perkuliahan dan Kontrak Studi

3. Mengidentifikasi Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia dan Kedudukan Bahasa Indonesia

4.   Menuliskan Ragam Bahasa dan Karakteristiknya

5.   Mengetahui Persentasi Ilmiah

6.   Menggunakan Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia

7.   Menulis kalimat efektif

8.   Menggunakan diksi atau pilihan kata

9.   UTS

10. Menganalisis penalaran

11. Menyusun karya ilmiah

12. Menggunakan Kutipan dan Daftar Pustaka

13. Mengetahui Etika Karya Ilmiah

14. Membuat Resensi dan Ringkasan

15. Kesimpulan dan Refleksi Perkuliahan

16. UAS

Metode Pembelajaran Student Centerd and Andragogi Aproach
Penilaian Penilaian diperoleh dari aspek-aspek:

1. Terstruktur (TST)

2. Mandiri (MDR)

3. Ujian Tengah Semester (UTS)

4. Ujian Akhir Semester (UAS)

5. kehadiran

6. Penampilan individu di kelas (Performance)

Referensi 1.     Arifin, E. Zainal. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Persindo. 2009

2.     Gani, A. Ramlan. Disiplin Berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK Press. 2011

3.     Alwi, Hasan. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2000

4.     Sabarti, Akhadiat dkk. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga. 1988.

5.     Tarigan, Djago. Pendidikan Keterampilan Berbahasa. : UT. 2000.

6.    Keraf, Gorys.1993. Komposisi. Jakarta : Nusa Indah

7.     Setiawan Djuharie, Otong. 2001. Panduan Membuat Karya Tulis. Yrama Wydia.

8.     Surya. 2014. Membuat Karya Tulis Ilmiah. Mitra Surya

9.     Buku lain yang relevan.

Peraturan Perkuliahan

  1. Mahasiswa hadir dalam perkuliahan tatap muka dan mengikuti perkuliahan secara aktif (partisipatif).
  2. Dosen dan Mahasiswa tiba di kelas tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditetapkan/disepakati.
  3. Ada pemberitahuan jika tidak hadir dalam perkuliahan tatap muka.
  4. Selama perkuliahan berlangsung, HP dalam posisi off atau silent.
  5. Mengajukan izin (angkat tangan) jika ingin bertanya, menjawab, meninggalkan kelas atau keperluan lain.
  6. Saling menghargai dan tidak membuat kegaduhan/gangguan/kerusakan dalam kelas.
  7. Tidak boleh ada plagiat dan bentuk-bentuk pelanggaran norma lainnya.

 

Penilaian

  1. Kehadiran
  2. Performance individu
  3. Penilaian tugas dan presentasi kelompok
  4. Penilaian tugas individu
  5. Penilaian UTS
  6. Penilaian UAS

Evaluasi Yang Direncanakan

  1. Tugas Individu:
  2. Tugas individu dalam topik bahasan disesuaikan dengan kebutuhan, dikirim melalui email paling lambat dua hari setelah perkuliahan berlangsung, pukul 18.00 (6.00 sore/pm).
  3. Membuat sebuah resensi sebuah buku yang disertai foto buku yang dipilih dan diserahkan ketika UTS.
  4. Menulis sebuah karya ilmiah berupa makalah dengan tema yang akan ditentukan kemudian, dengan menggunakan kerangka karangan yang benar, pilihan kata yang baik/formal serta memperhatikan ejaan yang disempurnakan, menggunakan sistematika penulisan makalah dan diserahkan ketika UAS.
  5. Tugas Kelompok
  6. Membuat bahan presentasi (power point) yang dilengkapi dengan makalah materi yang

ditentukan.

  1. Makalah dan bahan presentasi dikirim melalui e-mail satu hari sebelum tampil, paling lambat pukul 06.00 pagi/am.
  2. Jika ada film/video pendukung dipersilahkan (optional).
  3. Disarankan menggunakan buku-buku yang menjadi rujukan. Jika ada buku lain yang setara boleh digunakan sebagai rujukan tambahan.

 

 

Mengetahui,

Ketua Jurusan/Prodi

 

 

——————————

 

 

Bandung,   Pebruari 2016

Dosen Pengampu Mata Kuliah

 

Ayu Puji Rahayu, M. Pd.