profil gol A gong

PROFIL Gol A Gong

Oleh: Ayu Puji Rahayu

GOLA GONG yang memiliki nama asli Heri Hendrayana lahir di Purwakarta, 15 agustus 1963. Dia dibesarkan dari keluarga pendidik. Ayah sebagai seorang guru olahraga dan ibu seorang guru keputrian. Semenjak dini orangtua Heri sudah membiasakan hari-harinya dalam situasi membaca, hingga diusia 11 tahun pada Oktober 1973, Heri kecil kehilangan tangan kirinya sebatas sikut karena mencoba loncat dari pohon, karena ingin mempraktekan salah satu tokoh dari buku yang dia baca. Dengan penuh cinta, orangtuanya mempersiapkan Heri supaya percaya diri untuk tetap bergaul dengan teman sebayanya. Menggembleng dengan buku dan olahraga. Hari-harinya dilalui seperti sebelumnya, dengan riang dan gembira. Saat Heri masih Sekolah Dasar dan Menengah, sudah memperlihatkan minat dan bakatnya dalam menulis. Saat lulus dari SMA  ia masuk jurusan sastra UNPAD,tapi sayang hanya sampai 2 tahun. Ia ingin cepet-cepat menulis. Alhasil kerja kerasnya selama ini berbuah gemilang serial Balada Si Roy menjadi karya pertamanya yang dimuat oleh majalah remaja Hai. Bapak empat orang anak ini pernah nekat keliling Indonesia dan keliling dunia dengan backpacker (melakukan perjalan panjang berpetualang dengan tas ransel besar dibelakang), mulai dari Serawak, Malaysia, Thailand, Laos, Bangladesh, India, Nepal dan Pakistan.

Bersama sang istri Tias Tatanka Gola Gong mendirikan Rumah Dunia. Memulainya dari teras rumah, kehalaman belakang, ke tetangga, meluas ke kampang tempat mereka tinggal,dan seterusnya…

“Aku memulainya dengan cinta,karena ini bukan merupakan hak, tapi kewajibanku untuk berbagi rasa dan cinta terhadap sesama”, itu adalah kalimat yang dikutip dari salah satu judul bukunya yang berjudul “Aku Anak Matahari”. Sejak tahun 2002, didampingi istri tercinta Tias Tatanka, lelaki yang kehilangan satu tangan ini, menuangkan idealismenya untuk ikut membangun generasi muda Banten di “Rumah Dunia”, dan umumnya siapapun dan dari manapun untuk ikut belajar di rumah dunia, sebagai perwujudan terima kasihnya untuk kedua orang tuanya.

Kurang lebih 60 buku yang telah ia tulis, diantaranya Balada Si Roy (1989),Al Bahri(2002), Menggengam Dunia(2005),dan karya terbaruya Cinta-Mu Seluas Samudera (2008), Musafir (2008), The Journey (2008), Labirin Lazuardi (2007), Jangan Gak Mau Nulis Seumur Hidup(2008).

Atas dedikasinya di dunia perbukuan, Gola Gong menerima award “Tokoh Perbukuan Islamic Book Fair” (2007), ”Nugra Jasadarma Pustaloka”(2007) dari Perpustakaan Nasional RI, Dan Anugerah Literasi World  Book Day 2008” dari Komunitas Literasi Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s