Rangkuman makalah:

MENGEMBANGKAN

ETIKA, ETOS DAN LOYALITAS KERJA

DALAM RANGKA MEMBANGUN MORAL DAN ETIKA STAF PARIPURNA

Penulis: Prof. Moh Suya, M.Pd

Etika kerja, etos kerja dan loyalitas kerja merupakan tiga unsur kepribadian yang saling terkait dan memiliki peranan yang besar dalam mewujudkan proses dan kualitas kerja.

Etika Kerja

Etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola-pola perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral yang berlaku. Sebagai acuan perilaku, etika bersumber pada norma-norma moral yang berlaku, diantaranya sumber yang paling mendasar adalah agama sebagai sumber keyakinan yang paling asasi, filsafat hidup (Pancasila), budaya, disiplin keilmuan dan profesi. Etika kerja lazimnya dirumuskan atas kesepakatan para pemangku jabatan dengan mengacu pada sumber-sumber dasar nilai moral. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut kode etik yang menjadi rujukan untuk mewujudkan perilaku etika dalam melakukan tugas-tugas jabatannya.

Secara umum, kode etik ini diperlukan dengan beberapa alasan, antara lain:

  1. Untuk melindungi pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Untuk mengontrol terjadinya ketidak-puasan dan persengketaan dari para pelaksana, sehingga dapat menjaga dan meningkatkan stabilitas internal dan eksternal.
  3. Melindungi para pelaksana di masyarakat, terutama dalam hal adanya kasus-kasus penyimpangan tindakan.
  4. Melindungi anggota masyarakat dari praktek-praktek yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

Etos kerja dan loyalitas kerja

“Etos” bersumber dari pengertian yang sama dengan etika yaitu sumber-sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan perilaku. Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian pekerja tercermin melalui unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya. Etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku pekerja atau pejabat ke arah kualitas kerja yang ideal yaitu: 1)disiplin kerja, 2) sikap terhadap pekerjaan, 3) kebiasaan-kebiasaan bekerja.

Dengan demikian, etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unjuk kerja yang baik dan produktif. Dengan etos kerja yang baik dan kuat sangat diharapkan seseorang bekerja melakukan pekerjaannya secara efektif dan produktif dalam kondisi pribadi yang sehat dan berkembang.

Loyalitas kerja merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen dari pekerja terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaannya dalam bentuk kesediaan untuk mengikuti dan mentaati hal-hal yang menjadi keharusannya. Ia bekerja untuk kepentingan keberhasilan lingkungan tempatnya bertugas. Jadi etika kerja dan etos kerja sangat menentukan dalam perwujudan loyalitas kerja artinya mereka yang mentaati etika kerja dan memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat, cenderung akan memiliki loyalitas kerja yang baik.

Strategi Pengembangan      

Pengembangan etika kerja, etos kerja dan loyalitas kerja hendaknya dilaksanakan secara terpadu konsepsional dan sistematis. Beberapa pendekatan yang dilakukan:

  1. Melalui pelaksanaan tugas

Merupakan upaya menterpadukan antara potensi dengan pelaksanaan tugas-tugas pokoknya. Dengan cara ini tugas-tugas yang diberikan dalam kegiatan pelaksanaan tugas adalah upaya pengembangan etika, etos, dan loyalitas kerja. Contohnya kegiatan kerja kelompok, diskusi kelompok dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

  1. Melalui responsi

Dilakukan dalam bentuk suatu interaksi secara formal atau informal yang biasanya dilakukan melalui berbagai interaksi seperti pendidikan dan latihan, seminar dan lokakarya dll.

  1. Melalui penelusuran dan perkembangan diri

Upaya pengembangan seyogianya berpusat pada keunikan potensi kepribadian masing-masing. Potensi pribadi merupakan bagian dari keseluruhan kepribadian dalam bentuk kecakapan-kecakapan yang terkandung baik asfek fisik, emosional, maupun intelektual yang jika dikembangkan akan menjadi kecakapan nyata yang secara terpadu membentuk kualitas kepribadian seseorang.

  1. Melalui dukungan sistem

Berkembangnya etika, etos, dan loyalitas kerja akan banyak tergantung pada kondisi sistem tempat. Oleh karena itu, upaya pengembangan seyogianya berlangsung dalam sistem organisasi dan manajemen yang kondusif untuk membentuk lingkungan kerja yang kondusif bagi pelaksanaan tugas secara efektif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s